Ah... mengapa sih dia harus hadir lagi dalam kehidupanku...
Selama ini aku dah senang dan puas akan kehidupanku yang kujalani sekarang ini... Tapi semenjak kehadiran dia semuanya menjadi kacau dan aku jadi tidak senyaman dulu menjalani kehidupanku...
Tahun 2000 adalah awal dari perubahan hidupku...
Di usia pernikahanku yang ke 5 tahun dan sudah di karuniai dua orang putri yang cantik dan lucu, tiba-tiba suamiku yang baru saja pulang dari tempat kerjanya menceraikanku...
Bagaikan petir di siang bolong, aku sangat kaget mendengar hal itu menimpa hidupku... Aku sangat tidak menyangka kalau suamiku akan menceraikanku padahal aku sangat mencintainya...
Tapi semua kuakui aku bersalah dalam hal ini karna selama suamiku pergi aku mengkhianati cintanya... Aku berselingkuh dengan pria yang pernah menjadi pacarku dulu yang memang masih mengharapkanku untuk menjadi istrinya... Tapi sungguh, aku berselingkuh dengannya karena aku hanya ingin memuaskan nafsuku saja, sebenarnya tak ada cinta lagi untuknya. Tapi apa mau dikata suamiku tetap pada pendiriannya untuk menceraikanku karena sudah merasa jijik padaku...
Kucoba mengikhlaskan keputusan suamiku untuk bercerai. Hak wali anakpun dibagi dua, yang kecil ikut denganku sedangkan yang besar ikut dengan suamiku...
Aku sempat stress berat... Kesehatanku menurun drastis... Ketika aku sedang mengalami situasi yang sulit itu datang adik sepupu ibuku (yang juga merupakan paman favoritku) menawarkan padaku untuk tinggal di Surabaya menemani anaknya yang sedang kuliah di salah satu PTN di Surabaya... Tanpa berpikir lagi akupun langsung mengiyakan tawaran pamanku itu.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan... Tak disangka tak dinyana tumbuh perasaan cinta yang teramat sangat besar terhadap pamanku ini. Aku mencintainya karena dia sangat baik padaku... Lalu akupun berambisi untuk bisa memiliki pamanku ini... Aku ingin dia jadi suami keduaku... Karena dengan menikah dengannya semua kebutuhan hidupku akan terpenuhi... Akan kulakukan berbagai cara agar pamanku ini bisa menjadi suamiku tanpa aku yang harus memintanya... Biarlah kuhancurkan kehidupan keluarga pamanku ini demi masa depanku anakku nanti...
Mulailah kugoda dia dengan berbagai cara karena aku tahu dari tanteku (yang kebetulan kakak dari pamanku ini) bahwa pamanku ini orangnya mudah tergoda dengan rayuan wanita... Yes! Akhirnya dia tergoda dan sudah jatuh kepelukanku... Aku dan pamanku pun mulai melakukan hubungan layaknya suami istri jikalau rumah kosong ataupun kami sewa kamar hotel...
Awalnya semua berjalan lancar sampai suatu ketika istri pamanku mengetahui hubungan terlarang kami... Kami pun sempat menyudahi hubungan ini sementara karena pamanku gak mau sampai anak-anaknya mengetahui hal ini... Wow!!!.. Aku cemburu melihat keharmonisan keluarga pamanku... Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari rumah itu dan tidak menemani anak pamanku lagi... Awalnya pamanku tidak menyetujui keputusanku ini tp kuyakinkan dia kalau dengan cara seperti inilah kita bisa bebas berhubungan dengan bebas...
Dan hubungan terlarang kamipun berlanjut kembali tapi pamanku masih suka pulang ke rumah istrinya... Aku sangat cemburu kalau pamanku sudah pulang ke rumahnya karena dia bisa berbulan disana sedangkan aku sangat merindukannya... Akupun memilih untuk main dukun agar aku bisa memiliki pamanku sebagai suamiku seutuhnya...
Tahun 2004
Yes! Berhasil! Akhirnya aku bisa memiliki pamanku walaupun harus dengan cara ngelmu... Pada tahun ini kami pun menikah secara siri di rumah orangtuaku tanpa mengundang siapapun...
Keluarga pamanku pun yang aku undang hanya kakaknya saja.
Setahun kemudian lahirlah putri kami yang kuberi nama Rani.
Rani tumbuh menjadi anak yang cantik & pintar... Suamiku alias pamanku sangat menyayanginya... Hidup kamipun sangat bahagia... Lala anak dari suami pertamaku pun kuajak ikut tinggal bersama suamiku yang sekarang...
Tahun 2010
Awalnya memang anak-anak dari suamiku tidak ada yang mengetahui keluarga bapaknya yang bersamaku ini. Tapi entah tahu darimana tiba-tiba saja anak ketiganya datang ke rumah kami. Aku jelas-jelas kaget bukan main tapi aku berusaha bersikap biasa aja. Walaupun aku sempat takut kalau suamiku akan pergi meninggalkanku tapi semua ketakutanku itu sirna setelah "guruku" memberikanku elmu lagi... Yaaa benar saja suamiku tidak meninggalkanku. Biarlah anak-anaknya bertemu secara bebas dengan bapaknya asalkan kuasa bapaknya masih ada di aku... yaaa, setiap mereka habis berkunjung ke rumahku aku langsung mengingatkan suamiku bahwa keluarganya yang sekarang adalah yang ada di rumah ini...
No comments:
Post a Comment