Ketika melahirkan Chacha pada bulan April 2010 harus saya lalui dengan operasi Caesar dikarenakan saya mengalami yang istilah kedokterannya 'plasenta previa' atau istilah orang awamnya adalah plasentanya nutupin jalan lahir secara total. Dalam kasus ini kemungkinan untuk persalinan normal sangat kecil sekali.
Ya...mau gak mau harus saya jalani karena kalau saya paksakan normal takutnya akan mengakibatkan pendarahan hebat. Waktu itu yang ada dipikiran saya adalah "biarin deh persalinannya melalui operasi asalkan bayi saya pas baru lahir nanti harus langsung saya susui dan saya gak akan membiarkan bayi saya diberi susu formula". Alhamdulillah Allah SWT. mendengar permintaan saya ini. Dua minggu sebelum masa persalinan yang telah ditentukan oleh dokter, ASI saya telah keluar.
Selain tekad saya itu, saya juga rajin membaca dari internet tentang operasi caesar jaman sekarang dan saya juga sering konsultasi dengan dokter kandungan tentang tekad saya itu. Alhamdulillah dokter sangat mendukung saya untuk langsung memberikan ASI saya setelah pengaruh obat bius saya hilang. Karena menurut dokter operasi jaman sekarang tidak dibius total tetapi bius lokal yang artinya kita tetap dalam keadaan sadar ketika operasi sedang berlangsung hanya saja kita tidak akan merasakan sakitnya.
Ketika itu operasi dilakukan pada pukul 13.15 WIB siang dan pada pukul 13.26 WIB keluarlah Chacha. Ketika Chacha keluar tak henti-henti saya mengucapkan syukur kepada Allah atas apa yang telah Dia berikan kepada saya. Chacha lahir dengan berat badan 3kg dan panjang 47cm.
Operasi kala itu selesai pada pukul 13.45 WIB. Ketika saya sedang di ruang pemulihan saya minta kepada perawat yang bertugas untuk membawa Chacha agar Chacha bisa segera saya susui. Perawat pun menyanggupinya asalkan saya bisa menggerakan kaki saya terlebih dahulu. Karena tekad saya yang kuat untuk memberikan ASI saya kepada Chacha saya, saya pun langsung mencoba sekuat tenaga untuk bisa menggerakkan kedua kaki saya. Alhamdulillah hanya dalam waktu 5 menit setelah saya meminta, kaki saya pun bisa digerakkan. Begitu saya bisa menggerakkan kaki saya, saya langsung memanggil perawat agar segera membawa Chacha. Alhamdulillah perawatnya baik sekali sebelum saya menyusui Chacha saya diberi satu gelas teh manis hangat. Setelah meminum teh manis hangat saya pun langsung menyusui Chacha. Dan kepada perawat saya bilang kalau saya ingin agar Chacha bisa ditaruh dikamar tempat saya dirawat saja agar saya bisa dengan mudah menyusui Chacha ketika Chacha ingin menyusu. Alhamdulillah permintaan saya tersebut dikabulkan oleh perawat yang memang kebetulan rumah bersalin tempat saya melahirkan itu sangat mendukung program IMD atau Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif.
Jadi, carilah rumah sakit atau rumah bersalin yang mendukung program tersebut agar bayi kita ketika baru lahir tidak langsung dikasih susu formula.
Say YES for ASI eksklusif!!!!
No comments:
Post a Comment