Friday, September 14, 2012

Pengalaman Menyapih Chacha

Cerita ini terinspirasi dari pengalaman menyapih Chacha ketika usia Chacha tepat 2 tahun. Pengalaman menyapih Chacha ini sungguh mengharukan dan menggembirakan. Kenapa mengharukan dan menggembirakan ? Karena pengalaman menyapih Chacha ini membuat saya semakin menyadari betapa besarnya karunia Allah yang telah Allah berikan kepada keluarga kecil saya ini. 

Awalnya saya takut Chacha tidak dapat menerima kalau dya sudah tidak boleh menyusu lagi karena usianya yang sudah 2 tahun. Ketakutan itu perlahan sirna karena saya dapat dukungan dari suami tercinta, mami dan mamah mertua tersayang. Mereka semua meyakinkan saya untuk tetap yakin kalau Chacha bisa melalui semua ini dengan perlahan-lahan namun pasti. 

Penyapihan pun dimulai. Kucoba segala cara untuk meyapih Chacha seperti yang disarankan orang-orang. Pertama-tama saya coba dengan memoleskan minyak habbatusaudah ke salah satu payudara saya yang akan saya gunakan untuk menyusui Chacha. Saya kira ketika Chacha merasakan keanehan dari rasa ASInya dya akan berhenti menyus tetapi alangkah terkejutnya saya dan suami ternyata Chacha malah menikmatinya. Cara yang kedua saya oleskan propolis seperti yang saya lakukan pertama kali tapi tetap saja Chacha menikmatinya. Kami sempat bingung cara apalagi ya yang harus kami lakukan agar Chacha mau disapih karena usianya yang sudah memasuki 2 tahun. Akhirnya saya konsultasikan lagi masalah ini kepada mami & mamah mertua. Mami menyarankan saya untuk membacakan ayat suci Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 233 beserta artinya kepada Chacha dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh Chacha. Mulailah saya membacakan ayat Al-Qur'an yang dimaksud. Lalu saya menyampaikan tafsiran dari ayat tersebut epada Chacha. Isi dari tafsiran tersebut berbunyi : "Ayat yang mulia ini adalah kabar tapi maknanya adalah perintah sebagai suatu penempatan baginya pada suatu kedudukan yang telah diakui dan tetap yang tidak butuh kepada perintah, ialah hendaklah (ibu-ibu), { يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ }"menyusukan anak-anaknya selama dua tahun". Dan ketika tahun itu diartikan sebagai yang sempurna dan sebagian besar tahun, Allah berfirman, {كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ } "dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan".Apabila seorang bayi telah sempurna dua tahun menyusu, maka telah selesailah masa menyusunya dan air susu yang ada setelah itu berfungsi sama dengan segala macam makanan. Karena itu penyusuan yang terjadi setelah dua tahun itu tidaklah dianggap dan tidak mengharamkan (baca: tidak menjadikan teman sesusuannya mahram baginya, ed.). Dan dapat dijadikan dalil dari ayat ini dan firman Allah yang lain." Kata yang dicetak teballah yang selalu saya jadikan senjata kalau Chacha merengek-rengek minta disusui. Alhamdulillah dengan cara seperti itu lebih ampuh diterapkan kepada Chacha dibandingkan dengan cara yang lain.

Sungguh pengalaman menyapih Chacha ini, pengalaman yang sangat luar biasa. Dimana saya semakin mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada saya dan keluarga saya. Semua orang yang bertanya bagaimana pengalaman menyapih Chacha sempat tidak percaya  ketika saya menceritakan hal ini kepada mereka. Karena menurut mereka bagaimana mungkin anak dengan usia 2 tahun bisa mengerti dengan cara yang mami saya anjurkan itu. tapi kenyataannya memang begitulah yang terjadi. Karena saya yakin Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Kalau Allah Sudah Mengkehendaki.

No comments:

Post a Comment